|
>
Agenda Program Internal Galeri Nasional Indonesia
|
>
Galeri Nasional Indonesia merupakan salah satu lembaga kebudayaan yang berfungsi untuk perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan aset seni-budaya atau karya seni rupa sebagai sarana edukasi-kultural dan rekreasi serta pengembangan kreativitas dan apresiasi seni. Galeri Nasional Indonesia merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film, yang sehari-hari dilaksanakan oleh Direktur Kesenian. Galeri Nasional Indonesia memiliki tugas pokok dan fungsi melaksanakan pengumpulan, pendokumentasian, registrasi, analisis, pemeliharaan, perawatan, pengamanan, penyajian, penyebarluasan informasi dan bimbingan edukatif terhadap karya seni rupa.
Galeri Nasional Indonesia menyimpan dan mengkoleksi karya senirupa modern dan kontemporer, seperti lukisan, sketsa, grafis, patung, keramik, fotografi dan seni instalasi,
Saat ini Galeri Nasional Indonesia memiliki sekitar 1770 koleksi karya seniman Indonesia dan mancanegara, antara lain: Raden Saleh, Hendra Gunawan, Affandi, S. Sudjojono, Basoeki Abdullah, Barli Sasmitawinata, Trubus, Popo Iskandar, Sudjana Kerton, Dede Eri Supria, Ivan Sagito, Lucia Hartini, Iriantine Karnaya, Hendrawan Riyanto, Nyoman Gunarsa, Made Wianta, Heri Dono, Ida Bagus Made, I Ketut Soki, Wassily Kandinsky (Rusia), Hans Hartung (Jerman), Victor Vassarely (Hongaria), Sonia Delauney (Ukraina), Piere Soulages (Perancis), Zao Wou Ki (China).
Selain itu terdapat karya-karya dari Negara-negara Gerakan Non-Blok, seperti dari Sudan, India, Peru, Cuba, Vietnam, Myanmar, dan lain-lain.
Bagi Anda yang tidak dapat melihat seluruh isi situs Galeri Nasional Indonesia, Anda dapat men-download file di bawah ini:
- Sekilas Galeri Nasional Indonesia
15 Feb 2007 by webmaster |
Tamu/Guest,
|
Untuk kritik/saran, silahkan klik Buku Tamu To add suggestions click Guest Book
|
|
|
|
 


Afiliasi

|
Buku Baru
|
Galeri Nasional Indonesia telah menerbitkan buku:
WACANA KHATULISTIWA Bunga Rampai Kuratorial Galeri Nasional Indonesia 1999 - 2011
Editor: Mikke Susanto

Buku ini merupakan 'situs' atau bunga rampai yang terdiri dari 26 teks kuratorial yang pernah terpublikasikan dalam katalog-katalog pameran di Galeri Nasional Indonesia. Sejumlah teks diseleksi dari 250 pameran yang terselenggara sepanjang tahun 1999-2011. Sebagai sebuah bunga rampai, buku ini bertujuan untuk mendirektori sejumlah teks wacana yang pernah digulirkan oleh para kurator (atau yang berperan sebagai kurator dalam sebuah pameran). Buku dengan ketebalan 300an halaman ini akan mengungkap sejauhmana kualitas maupun 'sejarah' wacana yang pernah digulirkan para kurator lepas atau kurator independen, maupun kurator eksekutif di institusi yang bernama galeri nasional ini.
Sebelumnya telah diterbitkan Buku: 'LUKISAN-LUKISAN RADEN SALEH EKSPRESI ANTI KOLONIAL' Penulis, I Ketut Winaya
'Perkembangan Seni Lukis "Mooi Indie sampe Persagi di Batavia, 1900 - 19042' Penulis, M. Agus Burhan
|
|
|
<< Previous Next >>
|
Pameran Batik
|
INDONESIAN BATIK "A Living Heritage"
25 Januari - 17 Februari 201 [Gedung Pamer A]

Pameran Batik Indonesia "Sebuah Warisan yang Hidup" memberi penghormatan kepada salah satu bentuk seni yang paling mempesona yang ditemukan di Indonesia. Bukan tanpa alasan UNESCO memahkotai Batik Indonesia dengan gelar "Sebuah Warisan yang Hidup" pada tahun 2009. Batik memiliki tempat yang sangat khusus di dunia tekstil. Tidak ada kain lain di kepulauan Indonesia, mungkin di seluruh dunia, yang begitu kaya dalam simbolisme makna melalui filosofi warna dan desain, dan cara pembuatannnya, dilipat dan dikenakan. Batik mengekspresikan semangat orang-orang yang membuat, orang yang memakainya dan harta karun sebagai bagian dari warisan mereka. Konsep pameran ini bertujuan untuk membangun jembatan antara apresiasi batik di Indonesia dengan pengaruh artistik di Eropa, terutama di Jerman, di mana batik memiliki sejarah tradisi yang cukup panjang. Penggunaan kontemporer Batik yang dapat ditemukan dalam penafsiran arsitektur Batik dialegorikan dalam sebuah proyek yang diwujudkan di London oleh seniman Indonesia, desain otomotif modern, disuguhkan oleh mobil batik Mercedez Benz dan fesyen dengan tampilan batik kontemporer oleh Iwan Tirta dan seniman BAtik Eropa..
Kerjasama : Galeri Nasional Indonesia Federal Foreign Office Clean Batik Initiative EU-SWITCH Asia Programe EKONID AHK |
|
|
<< Previous Next >> |
Warning: date() expects parameter 2 to be long, string given in /home/galeri07/public_html/galeri-nasional/inc/shows.inc.php on line 725
Raden Saleh
|
|
RADEN SALEH (1807 – 1880)
Lukisan Raden Saleh yang berjudul “Badai” ini merupakan ungkapan khas karya yang beraliran Romatisme. Dalam aliran ini seniman sebenarnya ingin mengungkapkan gejolak jiwanya yang terombang-ambing antara keinginan menghayati dan menyatakan dunia (imajinasi) ideal dan dunia nyata yang rumit dan terpecah-pecah.
|
|
|
<< Previous Next >> |
 |
 |