![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() ![]() |
|
| Pameran Penjelasan Jenis-jenis Pameran Nama Gedung dan Fungsi GedungContent Management Powered by CuteNews
Agenda Pameran Agenda Pameran Temporer 2011 Agenda Pameran Temporer 2010<< Previous Next >> Pameran saat ini International Contemporary Art Exhibition International Contemporary Art Exhibition<< Previous Next >> ![]()
|
Pengertian dan Jenis Pameran
Pengertian Pameran
Pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. Jenis-jenis Pameran: Pameran Tetap (Permanent Exhibition) Pameran Temporer (Temporary Exhibition) Pameran Keliling (Traveling Exhibition) ![]() Ruang pameran 05 Feb 2007 by webmaster | Di Galeri Nasional Indonesia Sepanjang tahun 2011 ini telah digelar tidak kurang dari 30 kegiatan dengan jumlah pengunjung sekitar 30.000 orang. Berbagai kegiatan berupa pameran seni rupa (lukisan, grafis, drawing, patung instalasi, keramik, fotografi, objek, multimedia, video art, dan lain-lain), telah dan sedang digelar di Gedung Galeri Nasional Indonesia yang menempati ruang-ruang pameran temporer di gedung A, B dan C. Selain itu terdapat juga kegiatan yang telah dilaksanakan di daerah dan luar negeri, antara lain : pameran keliling yang menampilkan koleksi pilihan Galeri Nasional dan karya pelukis Kalimantan Selatan “ Barito Sign “ yang di gelar di Banjarmasin (Kalimantan Selatan) tanggal 07 – 14 Juli 2011, Pameran Koleksi Negara dan Karya Perupa Bali, NTB, NTT “ Tepian Masa “ yang digelar di Mataram, Lombok (NTB) tanggal 18 – 23 Oktober 2011 dan Pameran koleksi karya-karya islam koleksi Galeri Nasional Indonesia “ Cakrawala Cahaya “ yang digelar di Al-Jazair pada tanggal 07 – 12 September 2011, sedangkan kegiatan yang berupa dialog, diskusi, workshop seni rupa dan penayangan film documenter tokoh seni rupa Indonesia dilaksanakan di Jakarta, Kendari (Sultra), Palembang dan Denpasar (Bali). Mengawali tahun 2011 sejak bulan Januari – April secara berturut-turut telah digelar antara lain: Pameran “ Japanesse Desain Today 100” ( 18 Januari – 06 Februari ), Pameran “ Bali Making Choices” ( 09 – 18 Februari ), Pameran Tunggal karya Alit Sembodo ( 23 februari – 01 Maret ), Chusin Setiadikara ( 15 – 25 Maret ), Handiwirman ( 29 Maret – 05 April )dan Pameran “Sin City” ( 09 – 17 April ) serta saja Pameran Indonesia Art Motoring: “ Motion & Reflection “ ( 25 April – 01 Mei ) dan Pameran Fashion Kontemporer “ Dysfashional ” ( 07 – 12 Mei ). Selanjutnya pada pertengahan bulan Mei ( 19 -29 Mei ) ini, diadakan Pameran Seni Rupa Nusantara bertajuk “ Imaji Ornamen”, sebuah perhelatan yang diselenggarakan 2 tahun sekali (Bienalle) yang kali ini menyertakan 152 karya perupa dari 24 provinsi. Peristiwa penting lainnya antara lain adalah Pameran Seni Rupa Kontemporer Islami “ Bayang ” ( 27 Juli – 07 Agustus ), Pameran 50 Tahun Sanggar Bumi Tarung “ Kobarkan Patriotisme Daya Tarung Melawan Lupa ( 22 September – 02 Oktober ), Pameran “ OK VIDEO “ FLASH: 5th Jakarta Internasional Video Festival yang diorganisasikan oleh Ruang Rupa ( 06 – 17 Oktober ) dan juga kembali diadakan di penghujung tahun “ Jakarta Bienalle 2011: Maximum City” (15 Desember 2011 – 15 Januari 2012). << Previous Next >> JAKARTA BIENNALE #14.2011 Pembukaan Gedung A, B, C +
Ruang
Serbaguna Pameran Jakarta Biennale adalah
perhelatan seni rupa internasional yang diadakan dua tahun sekali. Sejak 1968,
Jakarta Biennale telah diselenggarakan sebanyak 14 kali. Jika 2009 lalu kami
mengangkat tema Are(n)a, tahun ini kami menyelenggarakan Jakarta Biennale
#14.2011 dengan tema “Maximum City”. Penyelenggaraan Biennale,
sebagai ajang seni rupa, secara internasional telah disepakati sebagai acuan
pencapaian seni pada umumnya, maupun seni rupa pada khususnya. Selain itu juga
menjadi tolok ukur kemajuan suatu kota atau suatu bangsa. Hal ini tentu saja
dilandasi hubungan antara seni dan kota yang saling mempengaruhi. Seni yang baik
membutuhkan tempat yang kondusif untuk tumbuh dan berkembang. Sebaliknya, kota
yang semakin maju, sewajarnya memberi ruang bagi seni. Dalam konteks inilah,
Jakarta Biennale menjadi penting untuk tetap ada, bahkan terus
berkembang. Jakarta Biennale #14.2011
kali ini menghadirkan karya-karya seniman dari dalam dan luar negeri.
Karya-karya mereka dipamerkan di galeri seni, taman kota, museum, mal hingga
jalan-jalan raya. Demi pemanfaatan yang maksimal, seni tidak lagi bertahan di
menara gading dan dinikmati segelintir orang. Tapi di mana-mana, untuk kita
semua. Dengan begitu diharapkan terjadinya pemerataan dan peningkatan apresiasi
masyarakat terhadap seni, sehingga mampu memberi kontribusi yang lebih baik
untuk pembangunan kota. Kurator Kurator Tamu Penyelenggara : Dewan Kesenian
Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bekerjasama
dengan Galeri Nasional Indonesia << Previous Next >> AD. PIROUS (Lahir/Born 1933) << Previous Next >> |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Agenda Pameran Agenda Pameran Temporer 2012
02 Feb 2012 by webmaster | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pameran saat ini
Pameran Batik
INDONESIAN BATIK "A Living Heritage" 25 Januari - 6 Februari 201 [Gedung Pamer A] ![]() Pameran Batik Indonesia "Sebuah Warisan yang Hidup" memberi penghormatan kepada salah satu bentuk seni yang paling mempesona yang ditemukan di Indonesia. Bukan tanpa alasan UNESCO memahkotai Batik Indonesia dengan gelar "Sebuah Warisan yang Hidup" pada tahun 2009. Batik memiliki tempat yang sangat khusus di dunia tekstil. Tidak ada kain lain di kepulauan Indonesia, mungkin di seluruh dunia, yang begitu kaya dalam simbolisme makna melalui filosofi warna dan desain, dan cara pembuatannnya, dilipat dan dikenakan. Batik mengekspresikan semangat orang-orang yang membuat, orang yang memakainya dan harta karun sebagai bagian dari warisan mereka. Konsep pameran ini bertujuan untuk membangun jembatan antara apresiasi batik di Indonesia dengan pengaruh artistik di Eropa, terutama di Jerman, di mana batik memiliki sejarah tradisi yang cukup panjang. Penggunaan kontemporer Batik yang dapat ditemukan dalam penafsiran arsitektur Batik dialegorikan dalam sebuah proyek yang diwujudkan di London oleh seniman Indonesia, desain otomotif modern, disuguhkan oleh mobil batik Mercedez Benz dan fesyen dengan tampilan batik kontemporer oleh Iwan Tirta dan seniman BAtik Eropa.. Kerjasama : Galeri Nasional Indonesia Federal Foreign Office Clean Batik Initiative EU-SWITCH Asia Programe EKONID AHK 25 Jan 2012 by webmaster | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||