Ketentuan Pelaksanaan Pameran
Tata Tertib dan Tanggung Jawab
Prosedur dan Kriteria Pengadaan Koleksi
Content Management Powered by CuteNews


Ketentuan Pelaksanaan Pameran

Penyelenggara

 

Penyelenggara pameran adalah tim kerja pengelola yang dibentuk oleh pihak Galeri Nasional Indonesia, pihak lain atau merupakan hasil gabungan kerjasama antara kedua belah pihak, namun dalam pelaksanaannya pihak Galeri Nasional Indonesia tetap menjadi bagian dari penyelenggaraan.

 

Proposal dan Evaluasi

 

Setiap bentuk penyelenggaraan pameran harus didahului dengan penyusunan proposal oleh pihak penyelenggara yang berisi mengenai konsep pameran, biodata seniman, dan repro karya yang akan dipamerkan, selambat-lambatnya enam (6) bulan sebelum pelaksanaan pameran.

 

Pelaksana pameran temporer (event organizer) wajib menyerahkan deskripsi atau uraian materi pameran sebelum waktu pelaksanaan untuk kepentingan publikasi agenda pameran (calendar of event), baik cetak maupun eletronik.

 

Kurator atau pelaksana pameran diharuskan menyiapkan materi informasi dan publikasi seperti: catalog, spanduk, baligo, poster, label karya dan label pengantar kuratorial, untuk menunjang pemahaman apresian (publik).

 

Pelaksana pameran (event organizer) diharuskan melakukan koordinasi dengan pihak galeri, khususnya hal-hal yang bersifat teknis antara lain:

  1. Penyimpanan karya
  2. Desain/layout pameran
  3. Penataan ruangan dan pemasangan karya (display)
  4. Sarana dan perlengkapan yang akan dipergunakan
  5. Pemasangan sarana publikasi di area Galeri Nasional Indonesia
  6. Acara kegiatan lain sebagai penunjang pameran

 

Setiap proposal penyelenggaraan akan dievaluasi melalui proses seleksi oleh tim kurator Galeri Nasional Indonesia.

 

Hasil evaluasi tersebut berupa: diterima langsung, diterima denga beberapa saran dan catatan atau ditolak langsung.

 

Hasil keputusan evaluasi tim kurator Galeri Nasional Indonesia akan disampaikan melalui surat keputusan resmi.

 

 

Waktu Penyelenggaraan

 

Waktu penyelenggraan Pameran Tetap berlangsung minimal 1 kali dalam satu tahun.

 

Waktu penyelenggaraan Pameran Temporer berlangsung minimal selama 10 hari, maksimal berlangsung selama 30 hari.

 

Waktu penyelenggaraan Pameran Keliling minimal berlangsung selama 10 hari.

 

 

Prosedur Pameran

 

Prosedur dan mekanisme Pameran Tetap sebagai berikut:

 

  1. Penentuan atau pemilahan koleksi yang akan dipamerkan mengacu pada konsep kuratorial dengan mempertimbangkan aspek sejarah, tematik, dan keragaman visiualisasi bentuk.
  2. Koleksi yang akan dipamerkan harus dalam kondisi baik dan telah dilakukan proses perawatan (restorasi/konservasi).
  3. Pada ruang pameran tetap disediakan data (label) informasi berupa pengantar curator dan pada setiap koleksi yang dipamerkan juga disediakan label karya atau informasi lainnya.
  4. Perubahan atau pergantian tata pameran tetap dapat dilakukan secara periodic sata atau dua tahun sekali.
  5. Pameran tetap dibuka untuk umum setiap hari, pukul 10.00 – 16.00, kecuali hari Senin (libur).
  6. Diupayakan penyebarluasan informasi tentang pameran tetap melalui berbagai media publikasi serta dilakukan bimbingan edukasi untuk pengunjung yang membutuhkan.

 

Prosedur dan mekanisme Pameran Temporer di Galeri Nasional Indonesia, khususnya yang diprakarsai oleh pihak di luar Galeri Nasional Indonesia adalah sebagai berikut:

 

  1. Mengajukan surat permohonan pameran atau pemakaian gedung yang ditujukan kepada Kepala Galeri Nasional Indonesia.
  2. Surat permohonan dilampiri Proposal Pameran yang memuat konsep pameran, biodata seniman dan repro karya yang akan sipamerkan, diajukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum jadwal permintaan.
  3. Setiap pameran yang akan digelar di Galeri Nasional Indonesia wajib menggunakan kurator dan merupakan hasil dari proses kuratorial.
  4. Galeri Nasional Indonesia berhak mendapatkan dokumentasi untuk kepentingan apresiasi, edukasi dan kepentingan ilmiah dilaksanakan dalam rangka publikasi, promosi dan kajian perkembangan seni rupa.

 

Prosedur dan mekanisme Pameran Keliling adalah sebagai berikut:

 

  1. Menyusun perencanaan kuratorial (TOR/Proposal Kegiatan).
  2. Merancang kerjasama dengan lembaga mitra kerja dalam hal materi dan pelaksanaan.
  3. Menetapkan materi pameran, registrasi dan asuransi.
  4. Merencanakan penulisan materi untuk dokumentasi dan publikasi.
  5. Merencanakan pengecakapan dan pengiriman karya.
  6. Merencanakan display, acara pembukaan, program edukasi untuk publik.

 

 

KERJASAMA DAN USAHA

 

Pengertian dan Lingkup Kerjasama

 

Setiap penyelengaraan pameran merupakan bentuk kerjasama antara Galeri Nasional Indonesia dengan Lembaga mitra lainnya, baik sebagai bentuk kerjasama kuratorial, kerjasama teknis, maupun aspek pendanaan.

 

Kerjasama kuratorial mencakup perencanaan konsep dan materi pameran, penataan pameran, kegiatan public dan publikasi.

 

Kerjasama dalam aspek pendanaan meliputi biaya perencanaan dan penyelenggaraan serta operasional gedung.

 

Kerjasama teknis, meliputi: Operasional gedung dan pemeliharaan fasilitas pameran, sumber daya manusia, keamanan, kebersihan, dokumentasi dan publikasi.

 

 

Kerjasama Lembaga Pemerintah dan Non-Pemerintah

 

Kerjasama dengan Lembaga Pemerintah diselenggarakan dalam upaya pengembangan seni budaya.

 

Kerjasama dengan Lembaga antar Negara dalam rangka upaya kerjasama pertukaran kebudayaan.

 

Kerjasama dengan lembaga Non-Pemerintah (profit dan non-profit) untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan seni rupa.

 

 

Sponsorship

 

Kerjasama Galeri nasional Indonesia maupun pihak penyelenggara dengan pihak sponsor yang diatur dalam kesepakatan kerjasama.

 

Pemasangan sarana publikasi yang mencatumkan logo atau produk komersial dari sponsor dikoordinasikan dengan pihak Galeri Nasional Indonesia.

 

Hal yang terkait dengan pajak akibat pemasangan materi promosi dan produk sponsor menjadi tanggung jawab pihak sponsor.

04 Feb 2007 by webmaster
Kilas Balik Aktivitas Seni Rupa


KALEDOSKOP
KEGIATAN GALERI NASIONAL SEPANJANG TAHUN 2011

Di Galeri Nasional Indonesia Sepanjang tahun 2011 ini telah digelar tidak kurang dari 30 kegiatan dengan jumlah pengunjung sekitar 30.000 orang. Berbagai kegiatan berupa pameran seni rupa (lukisan, grafis, drawing, patung instalasi, keramik, fotografi, objek, multimedia, video art, dan lain-lain), telah dan sedang digelar di Gedung Galeri Nasional Indonesia yang menempati ruang-ruang pameran temporer di gedung A, B dan C. Selain itu terdapat juga kegiatan yang telah dilaksanakan di daerah dan luar negeri, antara lain : pameran keliling yang menampilkan koleksi pilihan Galeri Nasional dan karya pelukis Kalimantan Selatan “ Barito Sign “ yang di gelar di Banjarmasin (Kalimantan Selatan) tanggal 07 – 14 Juli 2011, Pameran Koleksi Negara dan Karya Perupa Bali, NTB, NTT “ Tepian Masa “ yang digelar di Mataram, Lombok (NTB) tanggal 18 – 23 Oktober 2011 dan Pameran koleksi karya-karya islam koleksi Galeri Nasional Indonesia “ Cakrawala Cahaya “ yang digelar di Al-Jazair pada tanggal 07 – 12 September 2011, sedangkan kegiatan yang berupa dialog, diskusi, workshop seni rupa dan penayangan film documenter tokoh seni rupa Indonesia dilaksanakan di Jakarta, Kendari (Sultra), Palembang dan Denpasar (Bali).

Mengawali tahun 2011 sejak bulan Januari – April secara berturut-turut telah digelar antara lain: Pameran “ Japanesse Desain Today 100” ( 18 Januari – 06 Februari ), Pameran “ Bali Making Choices” ( 09 – 18 Februari ), Pameran Tunggal karya Alit Sembodo ( 23 februari – 01 Maret ), Chusin Setiadikara ( 15 – 25 Maret ), Handiwirman ( 29 Maret – 05 April )dan Pameran “Sin City” ( 09 – 17 April ) serta saja Pameran Indonesia Art Motoring: “ Motion & Reflection “ ( 25 April – 01 Mei ) dan Pameran Fashion Kontemporer  “ Dysfashional ” ( 07 – 12 Mei ). Selanjutnya pada pertengahan bulan Mei ( 19 -29 Mei ) ini, diadakan Pameran Seni Rupa Nusantara bertajuk “ Imaji Ornamen”, sebuah perhelatan yang diselenggarakan 2 tahun sekali (Bienalle) yang kali ini menyertakan 152 karya perupa dari 24 provinsi. Peristiwa penting lainnya antara lain adalah Pameran Seni Rupa Kontemporer Islami “ Bayang ” ( 27 Juli – 07 Agustus ), Pameran 50 Tahun Sanggar Bumi Tarung “ Kobarkan Patriotisme Daya Tarung Melawan Lupa ( 22 September – 02 Oktober ), Pameran “ OK VIDEO “ FLASH: 5th Jakarta Internasional Video Festival yang diorganisasikan oleh Ruang Rupa ( 06 – 17 Oktober ) dan juga kembali diadakan di penghujung tahun “ Jakarta Bienalle 2011: Maximum City” (15 Desember 2011 – 15 Januari 2012).

 


03 Jan 2012 by webmaster

<< Previous Next >>

Pameran Batik
INDONESIAN BATIK
"A Living Heritage"

25 Januari - 6 Februari 201
[Gedung Pamer A]



Pameran Batik Indonesia "Sebuah Warisan yang Hidup" memberi penghormatan kepada salah satu bentuk seni yang paling mempesona yang ditemukan di Indonesia. Bukan tanpa alasan UNESCO memahkotai Batik Indonesia dengan gelar "Sebuah Warisan yang Hidup" pada tahun 2009. Batik memiliki tempat yang sangat khusus di dunia tekstil. Tidak ada kain lain di kepulauan Indonesia, mungkin di seluruh dunia, yang begitu kaya dalam simbolisme makna melalui filosofi warna dan desain, dan cara pembuatannnya, dilipat dan dikenakan. Batik mengekspresikan semangat orang-orang yang membuat, orang yang memakainya  dan harta karun sebagai bagian dari warisan mereka.
Konsep pameran ini bertujuan untuk membangun jembatan antara apresiasi batik di Indonesia dengan pengaruh artistik di Eropa, terutama di Jerman, di mana batik memiliki sejarah tradisi yang cukup panjang. Penggunaan kontemporer Batik yang dapat ditemukan dalam penafsiran arsitektur Batik dialegorikan dalam sebuah proyek yang diwujudkan di London oleh seniman Indonesia, desain otomotif modern, disuguhkan oleh mobil batik Mercedez Benz dan fesyen dengan tampilan batik kontemporer oleh Iwan Tirta dan seniman BAtik Eropa..



Kerjasama :
Galeri Nasional Indonesia
Federal Foreign Office
Clean Batik Initiative
EU-SWITCH Asia Programe
EKONID AHK

25 Jan 2012 by webmaster

International Contemporary Art Exhibition

JAKARTA BIENNALE #14.2011
MAXIMUM CITY


Pembukaan
Kamis, 15 Desember 2011
Pukul 19.00 WIB

Gedung A, B, C + Ruang Serbaguna
Galeri Nasional Indonesia

Pameran
16 Desember 2011 - 15 Januari 2012

Jakarta Biennale adalah perhelatan seni rupa internasional yang diadakan dua tahun sekali. Sejak 1968, Jakarta Biennale telah diselenggarakan sebanyak 14 kali. Jika 2009 lalu kami mengangkat tema Are(n)a, tahun ini kami menyelenggarakan Jakarta Biennale #14.2011 dengan tema “Maximum City”.

Penyelenggaraan Biennale, sebagai ajang seni rupa, secara internasional telah disepakati sebagai acuan pencapaian seni pada umumnya, maupun seni rupa pada khususnya. Selain itu juga menjadi tolok ukur kemajuan suatu kota atau suatu bangsa. Hal ini tentu saja dilandasi hubungan antara seni dan kota yang saling mempengaruhi. Seni yang baik membutuhkan tempat yang kondusif untuk tumbuh dan berkembang. Sebaliknya, kota yang semakin maju, sewajarnya memberi ruang bagi seni. Dalam konteks inilah, Jakarta Biennale menjadi penting untuk tetap ada, bahkan terus berkembang.

Jakarta Biennale #14.2011 kali ini menghadirkan karya-karya seniman dari dalam dan luar negeri. Karya-karya mereka dipamerkan di galeri seni, taman kota, museum, mal hingga jalan-jalan raya. Demi pemanfaatan yang maksimal, seni tidak lagi bertahan di menara gading dan dinikmati segelintir orang. Tapi di mana-mana, untuk kita semua. Dengan begitu diharapkan terjadinya pemerataan dan peningkatan apresiasi masyarakat terhadap seni, sehingga mampu memberi kontribusi yang lebih baik untuk pembangunan kota.

Kurator
Ilham Khoiri
Bambang Astri Widjanarko
Seno Joko Suyono

Kurator Tamu
Eileen Legaspi Ramirez

Penyelenggara : Dewan Kesenian Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia

13 Dec 2011 by webmaster

<< Previous Next >>

A.D. Pirous

AD. PIROUS (Lahir/Born 1933)

A.D. Pirous dikenal dengan karya-karyanya yang bernafaskan islami. Pengungkapannya dalam lukisan lewat konstruksi struktur bidang-bidang dengan latar belakang warna yang memancarkan berbagai karakter imajinatif. Dengan prinsip penyusunan itu, pelukis ini sangat kuat sensibilitasnya terhadap komposisi dan pemahaman yang dalam berbagai karakter warna.

15 Mar 2007 by webmaster

<< Previous Next >>