Koleksi

Koleksi

Koleksi karya seniman (menurut urutan abjad)

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Koleksi khusus (Tematik)

Dialog Lukisan Pemandangan Alam


   


Lukisan pemandangan alam telah menjadi tema perbincangan yang klasik dalam berbagai diskusi seni rupa. Tema lukisan itu dibicarakan oleh jutaan orang, lebih dari 200 negara di dunia, diajarkan dalam setiap cara belajar melukis semenkak seniman masih belajar di tingkat Taman Kanak-Kanak. Dalam perkembangannya, pembuatan lukisan-lukisan pemandangan alam mengalami berbagai perluasan, penajaman, dan penguatan. Perkembangan itu tak hanya meliputi perbincangan wacana penciptaannya, tetapi juga berbagai pengubahan teknis serta gaya pengerjaan. Lukisan pemandangan alam selalu menarik minat dan pengagum.

 

Dalam wacana perkembangan lukisan pemandangan alam dikenal beberapoa istilah yang menjelaskan jenis pemandangan (scape) yang dimaksud, seperti: pemandangan alam (landscape), pemandangan laut (seascape), pemandangan kota (townscape atau cityscape), dan sebagainya. Kenapa orang suka melukis dan menikmati lukisan tema pemandangan ? Awalnya, karena manusia hidup di dalam pelataran pemandangan, sehingga ada gairah untuk menerima subyek pemandangan alam sebagai keseharian. Selanjutnya, para seniman memindahkan subyek itu pada bidang kanvas. Kita bisa pahami usaha itu sebagai suatu bentuk dialog, yang bersinggungan dengan kondisi sikap-sikap, kehendak, keinginan bertutur, berungkap (berekspresi), bahkan dorongan bermain manusia.

 

Dalam prakteknya, melukis pemandangan alam tidak semata-mata merupakan usaha merekam alam. Sejak tahap awal, ketika berhadapan dengan sebentang pemandangan, seorang pelukis telah bersikap mengambil sudut pandang paling tepat, baik sebagai pertimbangan artistic maupun estetik. Sikap dan kehendak pelukis diperlukan di dalam proses awal ini, sehingga ia menjadi focus untuk mengajak orang lain terlibat dalam atmosfer pemandangan estetik, keterampilan artistik, dan penghayatan spiritual.

 

Pengalaman apa yang anda peroleh ketika anda berada di hadapan lukisan karya Raden Saleh,“Hutan Terbakar" atau “Badai" ? Apa yang tersirat di hati anda, bila dalam waktu berurutan menonton lukisan alam berjudul “Pemandangan di Pegunungan" karya Affandi, “Banyuwangi" karya Achmad Sadali, “Pemandangan" karya Bagong Kusudiardjo, atau “Alam Semesta" karya G. Sidharta ? nampaknya dari satu istilah pemandangan alam saja, terpendar banyak matra penikmatan dan perhadapan berbagai berbagai masalah: temasuk suasana hati, selera, dan tafsir.

 

Apa yang dibicarakan sebuah lukisan pemandangan ? Lukisan “Badai" karya Raden Saleh. misalnya, tidak semata ingin ingin merekam soal peristiwa alami keseharian yang setiap saat bisa disaksikan oleh para pelaut atau nelayan. Lukisan itu terutama mengandung sikap Raden Saleh yang romantic; menunjukkan betapa suatu peristiwa kecil yang tengah berlangsung di hamparan samudera yang luas adalah sesuatu kejadian menarik dan dahsyat. Melalui spirit Romatisisme, gambaran badai di laut dihadirkan sebagai sebuag fenomen dan momentum penting dalam pengalaman hidup manusia.

 

Wahdi Sumantha, seorang pelukis yang belajar langsung kepada pelukis pemandangan alam Abdulla Suriosubroto, suatu kali melukis sebuah obyek pemandangan di daerah Ciamis. Ia memilih dan mengambil lokasi tersebut bukan karena keindahan alamnya semata. tetapi juga karena keprihatinannya pada berbagai perubahan yang mengakibatkan hilangnya lingkungan alam di masa-masa mendatang. Lukisan pemandangan yang dibuat Wahdi mencerminkan sikap gundah.

 

Cara pembacaan dan tafsir karya-karya lukisan pemandangan alam yang terus menerus bisa kita kembangakan pada akhirnya juga akan mengembangkan sikap dan kepekaan kita pada lingkungan, hunian, dan alam semesta hidup kita. Sebagai bagian kecil jagad alam hidup, kita semestinya bisa belajar darinya.

 

Posted on 06 Jul 2003 by webmaster


Hak cipta 2011. Galeri Nasional Indonesia. Hak cipta dilindungi undang-undang